Dua Serigala

cerita dua seligalaAda dua ekor serigala di hutan belantara, serigala B menantang serigala A untuk menangkap seekor kelinci yang sedang makan wortel, tidak jauh dari tempat mereka berdiri,

“Ayo Serigala A, kamu bisa ngga tangkap kelinci itu?” tanya serigala B.

“Ah, itu gampang, lihat saja nih!” jawab serigala A dan dengan sigap serigala A itupun melompat ke arah kelinci tersebut dan berlari mengejarnya.

Sedangkan kelinci yang melihat serigala itu, langsung lari terbirit-birit ketakutan, tanpa pikir panjang wortel yang masih dikunyahnya di lemparkan ke arah serigala tersebut, “DUAAAKK!!” begitu suaranya.

Karena serigala adalah binatang yang kuat, maka wortel kecil yang mengenai kepalanya tidak terasa sama sekali, serigala tersebut tetap mengejar kelinci itu, 1 menit.. 2 menit.. 3 menit… sampai 5 menit..

Serigala itu belum dapat menangkap kelinci itu, karena kelinci itu larinya lebih kencang. Serigala itupun kelelahan dan menghentikan pengejarannya.

Dengan perasaan yang sangat malu, dia menunduk berjalan dan kembali ke temannya serigala B.

Setelah sampai di tempat serigala B, maka serigala B itupun bertanya, “Bagaimana? Apakah kamu bisa menangkapnya ?” tanya serigala B, lalu serigala A hanya menggeleng-gelengkan kepalanya yang masih tertunduk.

Serigala B lalu melanjutkan perkataanya, “Kamu tahu, kenapa kamu tidak bisa menangkap kelinci itu? Kamu kalah, karena kamu tidak serius. Kamu berlari mengejar kelinci hanya untuk pamer saja, sedangkan kelinci itu berlari untuk nyawanya.”

Refleksi diri :
Seringkali dlm kehidupan ini baik dlm pelayanan, kuliah ataupun aktivitas kita sehari-hari, seringkali kita mengalami kegagalan dan kejenuhan. Alhasil pekerjaan kita sia-sia dan hanya dapat capeknya saja. Sama seperti serigala tadi, dia hanya mengejar kelinci karna ingin pamer, sedangkan kelinci tadi berlari karna ingin menyelamatkan nyawanya

Cobalah pikirkan kembali, apakah tujuan sebenarnya hidup kita?

Kolose 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

The choosen People

Kita tahu bahwa Bangsa Israel adalah umat pilihan Tuhan, namun mengapa ALLAH lebih memilih Bangsa Israel daripada Bangsa Lain..??!

Jawaban: Berbicara mengenai bangsa Israel, Ulangan 7:7-9 memberitahu kita, “ Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu—bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? — tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.”

Allah memilih bangsa Israel untuk menjadi umat yang akan melahirkan Yesus Kristus – Penyelamat dari dosa dan kematian (Yohanes 3:16). Allah pertama-tama menjanjikan Mesias setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3). Kemudian Allah menegaskan bahwa Mesias akan datang melalui jalur Abraham, Ishak dan Yakub (Kejadian 12:1-3) Yesus Kristus adalah penyebab utama mengapa Allah memilih Israel menjadi umat pilihanNya. Allah tidak harus memiliki “umat pilihan,” namun Dia memutuskan untuk melakukannya dengan cara itu. Yesus harus datang melalui sebuah bangsa, dan Allah memilih Israel.

  • Roma 11:28 Karena orang Yahudi tidak mau menerima Kabar Baik dari Allah, maka mereka menjadi musuh Allah; dan itu justru menjadi keuntungan bagi Saudara-saudara yang bukan Yahudi. Tetapi karena pilihan Allah, maka orang-orang Yahudi itu tetap dikasihi oleh Allah demi nenek moyang mereka. (Terjemahan sehari-hari). Jadi yang menjadi Umat pilihan ALLAH adalah orang-orang yg tlah menerima Kabar keselamatan (Injil) .
  • Kita sebagai Umat Pilihan perilaku kita juga harus pilihan,
    Yesaya 56:7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
    Jangan sampai kelakuan dan tingkah laku kita Mempermalukan Nama Baik keluarga, Keluarga Keraajan ALLAh tentunya.
    Ulangan 4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.Kita adalah pewaris sah Kerajaan Surga, sebagai keluarga Kerajaan Kita tentunya harus menjaga nama baik dan tingkah laku . Jangan sampai karna perbuatan Kita nama Bapa di permalukan, Kalau Pangeran Harry yg hanya pewaris kerajaan Inggris aja harus menjaga nama baik keluarga Kerajaan nya. Apa lagi kita yg Anggota keluarga Kerajaaan ALLAH.Semoga kita lebih paham lagi bahwa kita tidak melakukan dosa bukan karna takut NERAKA, melainkan karna kita tidak mau mempermalukan Bapa kita yg di surga.
    Sekian Sharing dari saya, Semoga bermanfaat Tuhan Yesus memberkati :)Image

“Itu Baik”

Itu Baik

Ini kisah persahabatan dua anak manusia.Yang seorang adalah putra presiden, yang lain pemuda rakyat jelata bernama UCOK. Persahabatan ini sudah terjalin sejak mereka masih di bangku sekolah. UCOK  punya kebiasaan yang kadang menjengkelkan. Apa pun peristiwa yang terjadi di depannya selalu dianggap positif. “Itu Baik” katanya senantiasa.

Hari itu seperti yang sering mereka lakukan,si UCOK  menemani sahabatnya berburu ke HARANGAN (hutan belantara). Tugasnya membawa senapan dan mengisi peluru agar selalu siap digunakan. Entah kenapa, barangkali belum terkunci secara sempurna, setelah diserahkan kepada sahabatnya senapan itu meletus. Akibatnya cukup fatal. Ibu jari putra presiden terkena terjangan peluru dan putus.

Melihat itu Tanpa sadar dengan kalemnya si UCOK berkomentar. “Itu Baik” Kontan sahabatnya naik pitam. “Bagaimana Kau ini! Jempolku putus tertembak, malah dibilang Baik. Brengsek..!!” Agaknya, kali ini kelakuan si UCOK tak termaafkan. Ia dijebloskan ke penjara.

Beberapa bulan kemudian, sang putra presiden kembali pergi berburu ke HARANGAN. Malang, ia tersesat di hutan lebat dan ditangkap suku primitif yang masih kanibal. Malam harinya, dalam keadaan terikat ia akan dibakar untuk disantap ramai-ramai. Anehnya, mendadak ia dibebaskan. Belakangan ketahuan, suku tersebut pantang memangsa makhluk yang organ tubuhnya tidak lengkap.

Nasib baik itu membuat sang putra presiden termenung. Ia teringat kembali peristiwa ketika jempolnya putus tertembak lantaran ulah si UCOK. Ia kemudian menemui si UCOK di penjara.

“Ternyata Kau benar Cok. Ada baiknya jempolku tertembak,” katanya sambil menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya di Afrika. “Aku menyesal telah memenjarakanmu.”

“Oh, tidak!’ Bagiku, ini Baik!””Bagaimana kau ini? Memenjarakan teman kau bilang baik?””Kalau aku tidak dipenjara, pasti saat itu aku bersamamu.”

Kisah satir ini mengingatkan pada pernyataan Randolph Bourne, intelektual Amerika yang juga anak didik John Dewey. Katanya, seorang teman itu memang dipilih untuk kita berdasarkan hukum perasaan yang tersembunyi, bukan oleh kehendak sadar kita si manusia.

Sumber

Kisah Tentang Mawar dan Bambu

Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta.

Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang.

“Hai bunga mawar,” ujar sang bambu pada suatu hari. “Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah,” lanjut sang bambu dengan nada sedih.

Mawar yang mendengar hal itu tersenyum, “Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu, bambu,” ujarnya. “Tapi tahukah kau, aku sebenarnya iri denganmu,”

kisah-tentang-mawar-dan-bambu

Sang bambu keheranan, dia tidak tahu apa yang membuat mawar iri dengannya. Tidak ada satupun bagian dari bambu yang lebih indah dari mawar. “Aneh sekali, mengapa kau iri denganku?”

“Tentu saja aku iri denganmu. Coba lihat, kau punya batang yang sangat kuat, saat badai datang, kau tetap bertahan, tidak goyah sedikitpun,” ujar sang mawar. “Sedangkan aku dan teman-temanku, kami sangat rapuh, kena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas, hidup kami sangat singkat,” tambah sang mawar dengan nada sedih.

Bambu baru sadar bahwa dia punya kekuatan. Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata sang mawar. “Tapi mawar, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis,”

Sang mawar kembali tersenyum, “Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan dan dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu,”

Bambu kembali bingung, “Aku tidak mengerti,”

“Ah bambu..” ujar mawar sambil menggeleng, “Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut sang mawar. “Aku jadi heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku,”

Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selama ini, dia telah bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan untuk mawar, sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bunga cantik itu. Sejak percakapan dengan mawar, sang bambu tidak lagi merenungi nasibnya, dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang bisa diberikan untuk makhluk lain.

Jangan merasa iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain. 😆

Artikel Lainnya :

Seorang Anak yang Merindukan Ibu (Wajib Baca)

Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan,karena selama ini aku merasa bahwa aku telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anakku, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anakku.

Suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anakku masih tertidur. Ohhh aku harus menyediakan makan untuknya.

Karena masih ada sisa sedikit nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anakku yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas
berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, aku langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam.

Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan….. di sanalah sumber ‘masalah’nya … sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Oh…Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian dan langsung menghujani anakku yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:

“Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya . Karena aku takut mie’nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainanku, aku minta maaf,ayah … “

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku, tetapi, aku tidak ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangisku. Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku, kupeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.
Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, aku mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun, belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal. Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan,
“Aku minta maaf, ayah“.

Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara “pertunjukan bakat” yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu.

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahuku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis,aku yakin , jika istriku masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus. Mereka menelponku dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anakku telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun aku sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anakku lagi, tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena aku merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf :
“Maaf, ayah”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah aku mendorong anakku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya?

Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : “Surat-surat itu untuk ibu…..”. Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. …. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: “Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?”

Jawaban anakku itu : “Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus”. Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung,
tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan. Aku bilang pada anakku, “Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk
selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Aku berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi…. aku jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur yang isinya:
‘ibu sayang’, Aku sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara ‘Pertunjukan Bakat’ di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi aku tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi. Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencariku, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

Ibu, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua. Tapi bu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat kamu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul ?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena aku tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istriku

Note : Untuk para suami dan laki-laki, yang telah dianugerahi seorang istri/pasangan yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari pada istrimu. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu
dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yang bisa menggantikannya.

Sumber : Dari berbagai Blog dan Forum

#Jika anda merasa ini penting ; silahkan di share dibawah ini

Mengucap Syukur Dalam Segala Hal

Alkisah ada seorang dermawan dari ketinggian gedung multilantai, tak henti²nya ia menebar lembar² pecahan uang: Rp5rb, Rp10rb, Rp20rb, Rp50rb dan Rp100rb.. Dibawah gedung berkerumun banyak org, tetapi tak seorangpun “yg ingin cari tahu” sumber uang² itu dijatuhkan..Mereka sibuk saling berebut memunguti uang yg berserakan..

Image

Satu saat, sang dermawan beralih menebar krikil² kecil; ada yg terkena dikepala mereka, maka menengadahlah mereka keatas …berusaha utk “cari tahu” sumber krikil² dijatuhkan …

Itulah manusia, saat berkat datang semua sibuk tanpa peduli siapa yg memberi, sedikit sekali yg mampu mengucap syukur, namun saat masalah yg datang langsung spontan cari sumbernya …

Mari saudaraku kita mengucap syukur dlm segala hal … 😀

1 Tesalonika 5 : 18
Mengucap Syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Power of HOPE : Harapan Adalah Benteng Terakhir dari Iman

Power of HOPE : Harapan Adalah Benteng Terakhir dari Iman ; salah satu buku yang menginspirasi saya membuat postingan ini, isinya sangat bagus dan powerfull, semoga postingan ini bermanfaat buat Anda
  • Harapan Adalah Landasan Iman Sejati

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan”

“Harapan merupakan bahan bakar untuk mencapai tujuan hidup”

“Kasih itu menyempurnakan iman dan pengharapan”

“Tanpa harapan, manusia tidak punya kekuatan”

“Harapan Anda akan melatarbelakangi motivasi hidup Anda”

  • Kekecewaan adalah Awal dari Penyimpangan Harapan

“Kemarahan dan kekecewaan adalah awal penyimpangan pengharapan”

“Kita tidak bisa menghindari rasa kecewa, tetapi kita bisa memilih untuk tidak kecewa”

“Kekecewaan adalah kendaraaan yang membawa kita kembali ke kehidupan kita yang lama”

“Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya….” (Ef 1:18)

  • Harapan Itu Diinvestasikan Tuhan

“Tidak membandingkan diri dengan orang yang memiliki lebih daripada Anda, tetapi memperhatikan orang-orang yang tidadk seberuntung Anda atau kurang daripada Anda”

“Pada dasarnya, kita tidak memiliki apa pun dan tidak bisa melakukan apa-apa”

“Investasi menuntut pertanggungjawaban”

“Apabila Tuhan belum menjawab doa kita, bisa jadi hal itu karena Tuhan tahu bahwa kita belum mampu mempertanggungjawabkan pemberian Tuhan”

“Merasa memiliki harapan dan benar-benar memiliki harapan adalah dua hal yang berbeda”

“KESALAHAN PALING FATAL DALAM HIDUP ADALAH MENOLAK HARAPAN”

  • Hadirat Tuhan Adalah Sumber Pengharapan

“Mereka mengasihi ada apanya, dan bukan apa adanya”

“Sering kali, Tuhan tampak lambat, tetapi Dia tidak pernah terlambat”

“Perjumpaan pribadi dengan Tuhan adalah sumber pengharapan”

“Sukacita adalah tanda dimulainya restorasi hidup”

  • Harapan Manusia Vs Harapan Tuhan

“penyembahan berhala selalu menuntut kurban”

“Melakukan hal yang tidak disukai daging, tetapi disukai Tuhan”

“Bukan tentang hal yang kita kerjakan, melainkan sikap hati kita ketika mengerjakan sesuatu”

  • Komunitas yang Benar Melahirkan Harapan yang Benar

“Komunitas yang salah melahirkan harapan yang salah’

“50% kejatuhan orang percaya dalam dosa terjadi karena komunitas yang salah, dan bukan karena beratnya cobaan yang dihadapi”

“Tempat di mana Anda berada akan memengaruhi nilai hidup Anda”

“Komunitas di mana Anda berada menentukan nilai akhir perjalanan hidup Anda” Amsal 13:20

“Definisi yang salah melahirkan tindakan yang salah”

“Kita ada untuk memengaruhi bukan dipengaruhi”

“Komunitas yang tepat akan membantu semua potensi kita termanifestasikan”

  • Harapan Melahirkan Keberanian

“Iman adalah manifestasi harapan”

“Keberanian di luar kebenaran berarti nekat, tetapi keberanian dalam kebenaran adalah iman”

“Harapan yang benar melahirkan keberanian. Keberanian pada Pribadi yang benar akan melahirkan keputusan yang benar”

  • Harapan yang Benar Melahirkan Respon yang Benar

“Tidak ada kemenangan iman tanpa peperangan iman”

“Harapan yang benar selalu melahirkan respons yang benar”

“Kebahagiaan membutuhkan pengorbanan, tetapi kesenangan membutuhkan seseorang untuk dikorbankan”

  • Masalah Baru=Harapan Baru

“Tuhan Yesus meyembuhkan orang buta karena ada orang buta”

“Masalah yang diizinkan Tuhan terjadi akan membawa kita menuju kehidupan, tetapi masalah akibat menuruti keinginan daging akan membawa kita menuju kematian”

“Bagaimana mungkin kita bisa berkata bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan jika kita tidak pernah lemah?”

“Harapan justru muncul di tengah tekanan dan guncangan”

“ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan”

Saya mau menambahin sedikit lagi :

Berharap kepada manusia; mungkin mengecewakan Anda, tetapi

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma 5:5)

( Tadi siang diwaktu luang, saya sempatkan diri ke gramedia Gajah Mada Medan untuk baca-baca buku eh ketemu Buku yang ini )

#Jika Anda merasa tulisan ini bermanfaat silahkan di share dari tombol di bawah ini

Pilih BerkatNYA atau yang memberi Berkat …?!!!

Sering kali kita diliputi oleh rasa ketakutan, Ketakutan adalah sikap yang membawa manusia kepada ikatan, kebingungan, frustrasi, depresi dan penyakit. Psikolog mengatakan bahwa manusia tidak dilahirkan dari ketakutan. Alkitab pun berkata,”Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” – 2 Timotius 1:7

Kalau kita tidak dilahirkan dari ketakutan dan Allah pun tidak pernah memberikan roh ketakutan, dari manakah datangnya ketakutan itu? Yesus berkata, “… Jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” – Matius 8:13

Seperti itulah yg sering terjadi dalam hidup kita, ketika kita berpikiran negatif maka hasilnya akan negatif.

Ayub berkata, ”Karena yang kutakutkan itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” – Ayub 3:25

Apakah yg paling di takutkan Ayub??!! Dia takut bahwa pagar perlindungan atas hidupnya dihancurkan dan segala sesuatu yang baik diambil dari hidupnya; Dia takut bahwa dia tidak mendapatkan lagi berkat-berkat Tuhan yang baik dalam hidupnya; Dia takut bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi dan merusak kebahagiaannya [Ayub 1:5; 1:10].

Dan sama seperti yg ia pikirkan, itu pulalah yg terjadi kepadanya. dan itu jugalah yg menjadi ketakutan kita selama ini, kita takut akan masa depan kita, kita takut kalau-kalau kekayaan kita bakal habis, kita takut kalau-kalau kita jatuh miskin dan sakit-sakitan.

Itu semua bisa kita alami karena kita hanya Fokus kepada Berkat-berkat yg tlah Tuhan brikan. seandainya kita berfokus pada Tuhan dan benar-benar percaya kepadaNYA. segala kekuatiran itu tidak akan datang pada kita. Kita harus benar-benar menyadari bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” – Ayub 42:2

ketika Ayub mulai menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan dan benar-benar percaya akan janji-janji Tuhan, ALLAH pun memulihkan kehidupan Ayub, dan melipatgandakan kepunyaannya 2x dari kepunyaan yg dahulu.

Ketika kita mau fokus pada Tuhan dan bukan hanya karna berkat-berkat yg Ia sediakan, kita tidak akan mengalami kekuatiran yg seperti Ayub alami, kita juga tidak akan mengalami yg namanya kekecewaan. karena kalau kita hanya fokus pada berkat-berkat tersebut, maka ketika kita tidak mendapat berkat-berkat tersebut kita akan mengalami kekecewaan

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai
kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan
rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh
harapan.” (Yeremia 29:11)

kita harus benar-benar percaya kepada Tuhan, karena rancangan Tuhan itu ialah rancangan damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan, Dialah Bapa yg sempurna, tidaklah mungkin Dia mau mencelakakan anak-anakNYA sendiri, Tentulah ALLAH akan memberikan yg terbaik bagi kita Anak-anak yg Ia kasihi

Syalom Tuhan Yesus Memberkati… 🙂

Sumber dari terangdunia.com

 

 

 

Bacalah Sebelum Terlambat ; Mungkin Dapat Merubah Dirimu

Selamat Pagi, ini adalah kisah orang lain, moga cerita ini tidak terjadi dalam hidupku dan ******* 🙂

Ada seorang cewek memberikan tantangan kepada pacarnya untuk hidup tanpa drinya, untuk tidak ada komunikasi sama sekali antara mereka selama sehari..Dia berkata pada pacarnya, kalo kmu bisa melewati itu, aku akan mencintai kmu selama nya.. Si cwonya pun setuju,, dia tidak sms/telpon cwenya seharian..tidak boleh smsan,misscall,tidak boleh inbox di Fb,colek,like dll

Tanpa dia ketahui bahwa cwenya hanya memiliki 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker..

K’esookan harinya cwonya pergi kerumah cwenya. Air matanya pun tiba2 menetes melihat cwenya sudah terbaring dengan surat di tangannya yang tertulis Kamu Berhasil Sayang, bisakah kamu lakukan itu stiap hari??I LOVE YOU..” 

PESAN :

Jangan Pernah kehilangan kontak dengan seseorang yang Anda sayangi, Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi keesokan harinya, atau hari setelah itu ..

Bahkan hanya sekedar mengucapkan “hi” atau ”pagi” Sebelum Anda tahu bahwa seseorang yang anda sayangi sudah tidak ada lagi

#Jika anda merasa ini penting ; silahkan di share dibawah ini

Renungan : Mengejar Ekor

Syaloom – Renungan Kebahagiaan

Alkisah ada seekor kucing tua sdg berjalan di pinggir jalan mencari makan malam. Di tengah perjalanan ia bertemu dgn seekor kucing muda yg berbulu indah. Dilihatnya kucing itu sibuk berputar-putar, seakan berusaha menangkap ekornya sendiri.

Si kucing tua itu berhenti dan bertanya padanya,”Kau sedang apa, sih?”

Kucing muda itu memelankan gerak putarannya, dan menjawab bahwa dia diberi tahu kesenangan dan kebahagiaan, kesuksesan dan keberuntungan itu semua terletak di ujung ekornya.bila engkau mampu menjangkau ekormu maka kamu akan bahagia.

“Jd yang perlu aku lakukan hanyalah menangkap ujung ekorku ini, dan hidupku akan bahagia,” katanya.

Kucing tua itu berkata lagi, “Aku sudah hidup sekian lama, dan aku juga tahu kalau kesenangan, kebahagiaan, kesuksesan, dan keberuntungan ada di ujung ekorku; tapi kamu tahu kalau aku tdk mengejarnya, tapi bekerja sekeras mungkin dan tak pernah merasa khawatir, hidup yg bahagia akan datang dgn sendirinya.

Karena Ekorku selalu mengikutiku ke mana pun aku pergi, jadi aku tak perlu mengejarnya.”

KEBAHAGIAAN itu memang bukanlah karena tempat, waktu, atau kepemilikan. Kita sendirilah yg harus mewujudkan perasaan bahagia itu, bukan mengejar” kebahagiaan tsb.

Cara mewujudkan kebahagiaan itu adalah dgn berhenti mengkhawatirkan segala hal (Mazmur 37:5, Mazmur 55:22,  Amsal 16:3, 1 Petrus 5:7 ) dan jalankan saja tugas dan pekerjaan kita saat ini dgn sebaik mungkin dan selalu berdoa dan bersyukur. (1 Tesalonika 5:16-18)

Jika kita sudah mengerjakannya dengan sebaik mungkin, cepat atau lambat rasa bahagia itu akan datang kepada kita 🙂